July 7, 2023

Kembalilah Dengan Selamat

Kembalilah Dengan Selamat

Kita sepakat bahwa diri kita yang sebenarnya adalah roh yang ada dalam tubuh. Tubuh ini hanya seperti pakaian. Saat seseorang meninggal, tubuhnya kembali ke tanah, rohnya kembali kepada Tuhan.

Pengkhotbah 12:7, “maka tubuh kita akan kembali menjadi debu dan tanah, dan roh kembali kepada Elohim yang telah mengaruniakannya.” Mengapa dikatakan ‘kembali’? Artinya, roh itu berasal dari tempat dulu dia berada. Misalnya, si A kembali ke Surabaya, berarti dia berasal dari Surabaya.

Tanpa disadari, kita semua mengakui bahwa kita berasal dari Tuhan. Ketika seseorang meninggal, pasti dikatakan kembali kepada Tuhan atau berpulang kepada Tuhan. Ternyata dalam pemahaman orang Yahudi memang dikatakan bahwa sebelum kita diturunkan ke dunia, Tuhan telah menciptakan semua roh/jiwa. Mereka dikumpulkan di suatu tempat di Taman Eden (disebut sebagai gudang jiwa) dan akan diturunkan (diinkarnasikan) pada waktunya.

Mazmur 139:16, “Mata-Mu sudah melihatku selagi aku masih bakal anak; dan pada kitab-Mu telah tertulis seluruh hari-hari yang akan dibentuk, ketika belum ada satu pun yang dimulai.”

Yeremia 1:5, “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim, Aku telah mengenalmu, sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskanmu, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”

Tuhan menurunkan kita ke dunia ini dengan suatu misi. Dalam literatur Ibrani, dituliskan suatu dialog antara Tuhan dengan roh yang akan dilahirkan di dunia ini, dikatakan bahwa Tuhan mempersiapkan tempat yang lebih baik bagi dia. Tentunya bukan dunia ini yang dimaksud dengan tempat yang lebih baik, tetapi Kerajaan Tuhan yang akan didirikan di dunia ini, dan berlanjut terus sampai kepada kekekalan.

Dunia ini hanya merupakan wadah persiapan, bahwa setiap roh akan mengalami suatu proses pemurnian untuk membuktikan bahwa dia memenuhi syarat menjadi penghuni dalam kerajaan surga, bahkan ada kemungkinan terpilih sebagai mempelai Tuhan.

Pengertian ini penting, sebab kita menyadari bahwa kita harus memenuhi misi Tuhan dan kembali dengan selamat. Seperti seorang prajurit yang diutus oleh negaranya untuk suatu misi, yaitu berperang bagi negaranya. Tentunya dia berharap dapat menjalankan tugasnya dengan baik, dan kembali dengan selamat. Jika kita mengerti tentang hal ini, kita tidak akan mudah tertarik oleh dunia ini, dan kita akan mempunyai tujuan yang pasti dan jelas. Bila kita tidak mempunyai suatu tujuan dalam hidup, maka hidup kita akan menjadi seperti layang-layang putus yang tertiup angin. Kita akan terseret oleh arus dunia ini dan akan lenyap selama-lamanya.

Apa yang harus kita lakukan untuk menggenapi misi yang Tuhan berikan?

  1. Mengerjakan bagian dan tugas kita di dunia ini. Kita harus mengerti kehendak Tuhan bagi kita secara pribadi (Mat 7:21, “Bukan setiap orang yang berkata kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan ia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga”). Jadi, kita harus mempunyai hubungan dan tersambung terus dengan Tuhan.
  2. Membuktikan kesetiaan kita kepada Tuhan sampai akhir (Wahyu 17:14b, “Dan mereka yang ada bersama dengan-Nya, adalah yang terpanggil, yang terpilih, dan yang setia”).
  3. Membuktikan kemurnian kasih kita kepada Tuhan (1 Korintus 13:13,“Sekarang tinggallah ketiga hal ini: iman, pengharapan, dan kasih; dan yang terbesar dari semua ini adalah kasih”).
  4. Ikutilah petunjuk-petunjuk, perintah, dan arahan yang Tuhan berikan melalui Firman-Nya dan tuntuntan Roh Kudus (Amsal 6:23, “Sebab perintah adalah pelita, Torah adalah cahaya, dan teguran yang mendidik adalah jalan kehidupan”).
  5. Senantiasa berjaga-jaga dan berdoa memohon belas kasihan dan kemurahan-Nya.

SEMOGA KITA SEMUA DAPAT KEMBALI DENGAN SELAMAT.