June 10, 2022

Bergerak Dalam Senyap

Bergerak Dalam Senyap

Hakim-hakim 3:7-11

Sebab-akibat berlaku kepada siapa pun dan terjadi sampai sekarang. Seperti halnya, hukum gravitasi yang kita alami dalam kehidupan sehari, apa pun yang kita kerjakan dan lakukan (baik atau tidak) akan ada konsekuensi yang terjadi (dalam istilah kekristenan disebut tabur tuai). Ketika seseorang di dalam kehidupannya melakukan kebaikan terhadap orang lain, orang tersebut juga akan mengalami kebaikan-kebaikan. Begitu juga sebaliknya, saat melakukan hal yang buruk, konsekuensi akan dialami.

Kejahatan di mata Tuhan (Hak. 3:6-8)

Di masa pemerintahan Otniel menjadi hakim yang pertama, bangsa Israel melakukan hal yang jahat di mata Tuhan. Ada beberapa kejahatan yang dilakukan bangsa Israel yaitu:

  1. Mereka melupakan Tuhan.

Kejahatan pertama yang mereka lakukan adalah melupakan Tuhan (Ay. 7a). Mereka mengambil istri dari perempuan asing dan sebaliknya (perkawinan yang tidak dikehendaki Tuhan). Kata “melupakan Tuhan” dalam versi FAYH ditulis “berbalik melawan Tuhan.”

Melupakan Tuhan bisa diartikan ada ketidaksengajaan, sedangkan berbalik melawan Tuhan diartikan mencari perkara dengan Tuhan. Mereka sudah mengetahui perintah/ aturan yang sudah ditetapkan Tuhan tentang hal kawin dan mengawinkan (Ul. 7:3-4). Namun, mereka dengan sengaja melanggarnya.

Sebagai orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yeshua, kita harus benar-benar memperhatikan dengan saksama setiap perintah, aturan, dan ketetapan yang Tuhan berikan untuk ditaati dan dipraktikkan di dalam seluruh aspek kehidupan kita. Termasuk dalam hal memilih pasangan hidup. Carilah pasangan yang sesuai ketetapan Tuhan (seiman, sepadan, dan seimbang). Dan, yang sudah menikah tetap setia dengan pasangan (perhatikan kehidupan pernikahan).

 

  1. Menyembah Baal (Ay. 7b).

Mereka tahu bahwa, Tuhan sudah memberikan peringatan untuk tidak mengikuti ilah lain (band. Ul. 6:14-15). Bangsa Israel beribadah kepada para Baal dan Asyera. Baal adalah dewa kesuburan. Ketika mereka menyembah Baal berharap mendapat kesuburan pada tanahnya, sehingga, terpenuhi keinginan secara materi (Mammon). Jangan disalahartikan bahwa sebagai orang percaya tidak boleh bekerja. Namun, jangan menaruh pengharapan kepada Mammon.

Perbuatan jahat yang dilakukan oleh bangsa Israel adalah melawan Tuhan dan menyembah ilah lain yang berarti sama juga dengan melakukan pemberontakan dan ketidaktaatan. Kedua hal tersebut membuat Tuhan menjadi murka (Ay. 8). Sehingga, Tuhan tidak dapat memproteksi/ melindungi. Tidak ada jaminan apa pun dari Tuhan kepada mereka. Setiap tindakan yang sudah mereka perbuat harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dan bijaksana dalam setiap kehidupan kita. Selalu periksa keadaan diri dan hati kita.

Kemurahan Tuhan kepada bangsa Israel (Hak. 3:9-10)

Dari peristiwa yang sudah dilakukan bangsa Israel, ada dua respon Tuhan yaitu:

  1. Tuhan bergerak dalam senyap disertai dengan kesiapan dari manusia, sehingga akan terwujud kemenangan. Tuhan memilih Otniel. Sebab Otniel sudah siap dan memiliki kemampuan (band. Hak. 1:13-14). Tidak semua orang mempunyai kesiapan dan kemampuan seperti Otniel. Hal tersebut berarti bahwa, sama seperti yang dialami Otniel, dalam senyap Tuhan membangkitkan dan mengangkat Otniel.
  2. Tuhan memberi kemenangan. Kemenangan bangsa Israel diperoleh bukan karena Otniel, tetapi karena Tuhan (Ay. 10). Hanya Tuhan yang sanggup memberikan kemenangan kepada bangsa Israel. Pertolongan Tuhan nyata bagi bangsa Israel.

Tuhan membuktikan kemenangan yang mereka peroleh bukan dari orang lain (Ay. 11), melainkan dari Tuhan. Karena itu, Tuhan menghendaki supaya fokus kehidupan kita bukan kepada siapa pun yang ada di dunia ini, melainkan tetap arahkan pandangan dan fokus kepada Tuhan. Jangan mengandalkan apa pun dan siapa pun yang ada di dunia. Sebab itu akan membuat kita kecewa. Jadikan Tuhan yang terutama dan terus berharap kepada Tuhan. Hal sesulit apa pun yang sedang kita hadapi, arahkan pandangan kepada Tuhan. Sekali pun dan sepertinya tidak ada jalan keluar, percayalah bahwa selalu ada jalan keluar, yaitu Tuhan. Sebab Tuhan selalu ada buat kita (24 jam).

Kesimpulan

Dalam senyap, persiapkan diri kita masing-masing. Tuhan akan melakukan bagian-Nya dan kita harus tetap melakukan bagian kita. Jangan melakukan yang jahat (melanggar firman). Tetap bertekun mencari Tuhan dan jangan bermain-main dengan kemurahan Tuhan.