July 23, 2023

BERBUAHLAH

BERBUAHLAH

Karena waktu yang singkat di akhir zaman, Tuhan memerintahkan kita untuk menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya, yaitu berbuah banyak tanpa mengenal musim. Syarat utama untuk berbuah, adalah “Tinggal di dalam Tuhan Yeshua” (Yoh. 15:4-5). Kita memerlukan mukjizat Tuhan supaya dapat berbuah tanpa mengenal musim. Sebab berbuah tidak pada musimnya, adalah suatu mukjizat. Tuhan Yeshua mengatakan bahwa mukjizat terjadi karena iman Elohim yang dinyatakan dengan perkataan kita (band. Markus 11:23).

Minggu lalu telah dijelaskan bahwa Tuhan menciptakan huruf-huruf sebelum menciptakan dunia. Dan dunia diciptakan dengan perkataan Tuhan, yang terdiri dari huruf-huruf. Jadi, ada kuasa untuk mencipta dalam perkataan. Kita diciptakan segambar dengan Tuhan, artinya, ada kuasa juga dalam perkataan kita. Oleh karena itu, penulis amsal mengatakan bahwa hidup dan mati kita dikuasai lidah (Amsal 18:21), dalam versi CJB, “Lidah mempunyai kuasa atas kehidupan dan kematian; mereka yang menggunakannya menurut kesenangan hatinya harus memakan buahnya.” PERKATAAN KITA DAPAT MENDATANGKAN MUKJIZAT, TETAPI JUGA DAPAT MENDATANGKAN MALAPETAKA. DAPAT MEMBAWA KEHIDUPAN, TETAPI JUGA KEMATIAN (Band. Yakobus 3:1-12).

Jika mulut kita mengucapkan hal-hal yang buruk, hidup kita juga akan dibawa ke dalam hal-hal yang buruk.  Kita tidak bisa berbuah-buah apabila mulut kita tidak dibersihkan. Salah satu ciri umat sisa adalah, memiliki bibir yang bersih (Zefanya 3:9, 13).

APA YANG HARUS KITA HINDARI DALAM MENGGUNAKAN LIDAH KITA?

  1. Berdusta, menipu. Banyak orang menganggap enteng berdusta, padahal dusta adalah salah satu perbuatan yang dapat membawa kita ke neraka (Wahyu 21:8). Bohong itu selalu ada dampaknya, contohnya yang terjadi pada Gehazi dan Yakub.
  2. Mengucapkan kata sia-sia (memaki/mencaci, mencela, kata-kata kotor, kata-kata perundungan/bully, mengutuk). Sekarang, makin banyak orang yang mengucapkan kata-kata kotor/makian karena beranggapan itu hal yang keren dan bahasa gaul. Padahal itu sama dengan mengutuki diri sendiri. Seseorang yang suka memaki, hidupnya tidak akan baik (Efesus 5:4; Matius 12:36). Bahkan, para malaikat saja tidak berani mengutuk/memaki/menghujat iblis (Yudas ay. 9).
  3. Berbicara buruk tentang orang lain atau mengutuki orang lain (Mat. 5:22).
  4. Mengomel, menggerutu, bersungut-sungut (1 Korintus 10:10; Yakobus 5:9).

 

JADI, APA YANG SEBAIKNYA KITA LAKUKAN?

  1. Bersihkan hati selalu karena kata-kata berasal dari hati (Matius 12:34-35).
  2. Jangan lakukan ke empat hal di atas (berdusta, mengucapkan kata sia-sia, mengutuki, bersungut-sungut).
  3. Lebih baik diam daripada banyak bicara (Amsal 10:19).
  4. Berpikirlah baik-baik sebelum berbicara (Amsal 29:20; Yakobus 1:19).

Waspada pada saat emosi, karena kemungkinan besar kita akan mengucapkan kata-kata yang salah saat emosi meluap.