October 23, 2022

Melihat, Tapi Tak Kenal

Melihat, Tapi Tak Kenal

Mazmur 95: 7-11

Ayat di atas menceritakan perjalanan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir melalui padang gurun. Mereka melihat dan mengalami perbuatan, karya, kebesaran, penyertaan, keajaiban, dan kedahsyatan Tuhan (ay. 9). Mukjizat-mukjizat yang dialami bangsa Israel bukanlah hal-hal yang biasa, melainkan hal yang sangat luar biasa (belum pernah terjadi). Contohnya, melewati laut yang terbelah untuk menyeberang, pakaian dan kasut kakinya yang tidak pernah usang (rusak), dan lain sebagainya. Ini merupakan mukjizat selama 40 tahun berada di padang gurun. Mukjizat yang mereka alami, tidak bisa membuat satu generasi masuk Tanah Perjanjian (ay. 11). Karena, mereka tidak mengenal jalan-jalan Tuhan (ay. 10).

Alami mukjizat dan ikuti jalan Tuhan      

Kita dapat belajar bahwa tidak cukup sekadar menginginkan mukjizat dan kuasa Tuhan terjadi. Sebab, mukjizat Tuhan yang kita telah terima dan alami, tidak menjamin kita sampai kepada rencana Tuhan. Oleh karena itu, perlu untuk mengenal jalan-jalan Tuhan, supaya seluruh rencana Tuhan tergenapi di dalam kehidupan kita.

Perbuatan ajaib (mukjizat) Tuhan bukanlah tujuan hidup kita, melainkan cara Tuhan untuk membuat kita mengenal jalan-jalan-Nya. Perlu bagi kita untuk mengenal jalan Tuhan. Jika kita tidak pernah mengalami mukjizat dan kuasa Tuhan, kehidupan yang kita jalani akan terasa biasa (hambar). Sebaliknya, jika kita bisa mengalami mukjizat-Nya, hidup kita menjadi bersemangat untuk mengikuti jalan-jalan Tuhan. Jadikan mukjizat dan kuasa Tuhan yang telah kita alami untuk lebih mengenal jalan Tuhan. Kita dapat belajar dari Musa, yang tidak hanya mengenal Tuhan, tetapi juga mengenal jalan-jalan Tuhan (Maz. 103:7).

Perkatakan rhema  

Kita telah belajar tentang tahun ibrani 5783. Tahun ini, saatnya untuk memperkatakan firman-Nya (rhema) dan lakukan (mengambil sikap dan tindakan) supaya kita bisa mengalami janji-janji Tuhan (memperoleh mukjizat dan kuasa Tuhan).

Memperkatakan firman-Nya (rhema) dan bertindak melakukan firman-Nya dengan pimpinan Roh Kudus akan membuat kita bisa mengalami dan memperoleh mukjizat Tuhan. Jika kita suka memperkatakan firman-Nya (rhema), kita akan memakan hasil dari ucapan yang telah kita perkatakan (Ams. 18: 21).

Saat Tuhan sepertinya tidak peduli (Maz. 95:8-9) dan tidak memimpin hidup kita (Kel. 32:1)             Bangsa Israel beranggapan bahwa Tuhan sepertinya tidak peduli (tidak ada kehadiran Tuhan di dalam kehidupan bangsa Israel). Sering kita juga mengalami hal yang sama dengan bangsa Israel (meragukan Tuhan). Kita mengira Tuhan tidak peduli dan tidak memerhatikan, karena kita belum mengalami mukjizat Tuhan.

Saat Musa naik ke gunung Sinai dan belum turun dalam waktu yang lama, bangsa Israel merasa kehilangan kepemimpinan Musa. Terkadang kehidupan kita juga sama dengan bangsa Israel menganggap bahwa Tuhan tidak memimpin kehidupan kita sehingga muncul kekecewaan. Seseorang yang mengenal jalan Tuhan, tidak akan mudah kecewa dan putus asa. Jika fokus orang percaya hanya kepada mukjizat Tuhan, hidupnya akan kecewa. Kita perlu tahu, bahwa Tuhan peduli dan memimpin anak-anak-Nya yang mengasihi-Nya (mengenal jalan Tuhan).

Alfa dan Omega (Wahyu 22: 13)

Tuhan Yeshua mengetahui dengan tepat, bagaimana kita memulai, menjalani, dan mencapai akhir jalan hidup kita. Tuhan mengetahui hal-hal yang akan kita lakukan, keputusan-keputusan yang akan kita ambil, dan Dia juga tahu hasil akhir dari setiap keputusan yang telah kita ambil. Ini membuktikan bahwa Tuhan adalah Alfa dan Omega (Awal dan Akhir). Oleh karena itu, akuilah Tuhan dalam segala aspek hidup kita dan Tuhan akan meluruskan jalan kita. Libatkan Tuhan selalu, supaya Dia meluruskan jalan-jalan hidup kita. Ketika kita melibatkan Tuhan, Dia akan memimpin jalan kita.

Musa meminta penyertaan Tuhan (Kel. 33: 13, 15)

Musa tidak berani untuk berangkat selama tidak ada penyertaan Tuhan. Kita bisa belajar dari kehidupan Musa yang tidak buru-buru melangkah/ berjalan bila belum ada penyertaan Tuhan. Jangan mengambil tindakan sendiri tanpa pimpinan dari Roh Kudus. Terus bertanya-tanya kepada Tuhan untuk setiap hal yang akan kita lakukan. Pastikan bahwa Tuhan menyertai kehidupan kita supaya jalan yang kita lalui juga merefleksikan jalan Tuhan.

Kesimpulan  

Jalan Tuhan tersedia bagi umat-Nya yang terus mencari Dia senantiasa. Jangan pernah berjalan sebelum ada penyertaan Tuhan. Sebab jalan Tuhan memberikan rasa nyaman (Kel. 33: 14). Kehidupan yang menggenapi rencana Tuhan dibangun dengan melihat/ mengalami perbuatan-Nya dan mengenal jalan-jalan-Nya.