June 24, 2022

Abodah

Abodah

Tampaknya sudah saatnya memperbaiki ibadah kita kepada Tuhan. Semua harus diawali dengan pengertian yang benar tentang ibadah. Karena pengertian tentang ibadah telah berbelok saat ini.

Apa yang muncul di pikiran kita ketika mendengar kata ‘IBADAH’? Duduk manis di dalam satu ruangan, mendengarkan puji-pujian, dan khotbah yang disampaikan. Inilah pengertian ibadah yang kita pahami. Namun, apakah hanya sebatas itu? Mari kita belajar tentang makna ibadah yang Tuhan maksudkan.

APA ARTINYA BERIBADAH?

MALEAKHI 3: 18

“Lalu kamu akan melihat lagi perbedaan antara yang benar dan yang jahat, antara orang yang melayani Elohim dan orang yang tidak melayani Dia” (ILT).

“Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada A**** dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya” (LAI).

Kata IBADAH berasal dari ABODAH, yang berarti melayani dan bekerja keras, seperti budak. Ternyata pengertian ibadah sekarang dan dahulu berbeda.

Dahulu, ketika ibadah dilaksanakan ada tindakan aktif, ada sesuatu yang dikerjakan. Kita dapat membaca dari KELUARAN 12: 1-28.

“Dan ketika kamu masuk ke negeri yang akan diberikan YHWH kepadamu seperti yang telah Dia janjikan, haruslah kamu tetap memelihara ibadah ini (ay. 25). Ketika anak-anakmu bertanya kepadamu: Apakah arti ibadah ini?” (ay. 26).

Bagaimana bentuk ibadah sekarang?

Rasul Paulus menjabarkan arti ibadah yang sejati di dalam Roma 12:1-2, “Aku menasihati kamu saudara-saudara, oleh kemurahan Elohim agar mempersembahkan tubuhmu sebagai suatu persembahan yang hidup, kudus, dan dikenan Elohim, itulah ibadahmu yang sejati. Janganlah menjadi serupa dengan orang-orang di dunia ini, tetapi biarlah kamu diubahkan oleh pembaruan pikiranmu, agar kamu dapat mengenal kehendak Elohim, yang baik, yang berkenan, dan yang sempurna.”

Jadi, ibadah berarti menyerahkan seluruh hidup ini untuk dipakai Tuhan. Kita harus memakai hidup ini untuk melayani Tuhan. Sebab sudah seharusnyalah kita hidup untuk Tuhan, bukan untuk diri kita sendiri.

Kita hidup untuk melakukan kehendak Tuhan dan bukan untuk melakukan kemauan kita sendiri. Sudah selayaknya kita hidup bagi Tuhan sebab kita sebenarnya sudah tidak berhak atas hidup kita sendiri. Ketika kita ditebus dan dibeli oleh Tuhan Yeshua dengan darah-Nya, kita sudah menjadi milik Tuhan sepenuhnya. Seperti, seorang budak yang dibeli oleh tuannya. Jadi, kita tidak berhak atas hidup kita lagi, tetapi Tuhan yang berhak penuh. Hidup kita adalah untuk melakukan kehendak Tuhan, bukan Tuhan yang harus melakukan kehendak kita (1 Pet. 1: 18-19). Itulah arti ibadah yang sebenarnya.

IBADAH = MELAYANI.

MELAYANI = MELAKUKAN KEHENDAK TUHAN.

IBADAH = MELAKUKAN KEHENDAK TUHAN.

Kita harus berada dimana Tuhan berada, berada dimana Tuhan menghendaki. “Jika seseorang melayani Aku, hendaklah ia mengikut Aku, dan di tempat Aku berada, di sana pula pelayan-Ku harus berada. Jika seseorang melayani Aku, maka ia akan dihormati oleh Bapa” (Yoh. 12: 26).

Bukan setiap orang yang berkata kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan ia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga” (Matius 7: 21).

HIDUP INI ADALAH IBADAH, KARENA ITU BERHATI-HATILAH DENGAN KEHIDUPAN KITA.

“Karena tidak seorang pun di antara kita hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak seorang pun mati untuk dirinya sendiri. Karena jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi, baik kita hidup ataupun mati, kita adalah milik Tuhan (Roma 14: 7-8).

“Karena itu, jika kamu makan atau minum, atau melakukan sesuatu apa pun, lakukanlah semuanya bagi kemuliaan Elohim” (1 Korintus 10: 31).

Mari kita renungkan: APA KEHENDAK TUHAN BAGI KITA PRIBADI? APAKAH KITA SUDAH MELAKUKAN KEHENDAK-NYA? APAKAH YANG KITA KERJAKAN SAAT INI ADALAH KEHENDAK-NYA?