Jadilah Bijaksana
Ps. Ir. Lokky S. Tjahja

Hal penting yang harus dipahami adalah sebijaksana apa pun seseorang menurut ukuran dunia, tetapi jika tidak memiliki firman Tuhan maka belum bisa disebut memiliki kebijaksanaan.

Seseorang yang menolak firman Tuhan adalah orang yang tidak memiliki kebijaksanaan dalam hidupnya (Yeremia 8: 9), sebaliknya orang yang mempraktikkan firman Tuhan yang sudah dimengerti akan membuat dia menjadi bijaksana. Seseorang yang menolak Torah sama dengan membuat kejahatan sekaligus menolak kehendak Bapa (Matius 7: 21-23).

Cara Menjadi Bijaksana

Menjadi bijaksana, berarti kita tidak boleh menjadi orang yang menolak firman Tuhan. Karena itu, dalam menafsirkan firman Tuhan, kita harus memakai penafsiran yang paling mendekati aslinya yang sesuai dengan konteks dan latar belakangnya. Misalnya, tentang nama Tuhan, sangat jelas bahwa nama Yeshua paling mendekati aslinya, karena berasal dari bahasa Ibrani dan Tuhan Yeshua adalah orang Ibrani.

Agar bisa menjadi bijaksana, kita tidak boleh merasa benar sendiri, tetapi harus bersedia menerima masukan dari orang lain.

Akan Diuji

Semua hal yang kita kerjakan, termasuk dalam hal kita merasa sudah bijaksana; pasti akan mengalami ujian. Seseorang yang memiliki kebijaksanaan, seperti orang yang membangun rumah, yang tidak akan roboh saat banjir datang (Matius 7: 24-25).

Janganlah kita menempatkan diri menjadi seperti Tuhan dengan menghakimi, marah, kecewa, dan sakit hati bila melihat orang lain belum menerima kebenaran, seperti halnya kita. Sebab, masing-masing akan mempertanggung jawabkan kepada Tuhan kebenaran yang diyakini. Karena itu, janganlah marah bila kita dianggap sesat. Yang penting jangan kita yang menghakimi orang lain dengan mengatakan sesat. 

Mengenal dan Dikenal Tuhan (Galatia 4: 8-9)

Jika kita mengaku sudah mengenal Tuhan maka pertanyaannya: apakah kita juga sudah dikenal oleh Tuhan? Jika kita sudah mengenal kebenaran dan telah menyebut nama Tuhan dengan benar, jangan lagi kita kembali menyebut nama Tuhan dengan nama sesembahan yang lain.

Termasuk, jika kita sudah mengetahui makanan yang sesuai dengan kebenaran firman Tuhan maka janganlah kita kembali makan makanan yang dilarang oleh Tuhan. Meskipun dengan dalih kita hidup di tengah lingkungan yang memperbolehkan makanan yang Tuhan larang. Jika kita setia dan berpegang teguh melakukan perintah Tuhan maka kita adalah orang yang mengenal dan dikenal oleh Tuhan. Karena, kita adalah orang yang dengan tulus mau melakukan kebenaran.

KESIMPULAN

Orang yang memiliki kebijaksanaan adalah orang yang tidak menolak firman Tuhan, tetapi menerima dan mempraktikkannya sehingga tercermin dalam sikap dan tindakannya sehari-hari.