{"id":8273,"date":"2025-02-20T05:55:16","date_gmt":"2025-02-19T22:55:16","guid":{"rendered":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/?p=8273"},"modified":"2025-02-20T05:55:18","modified_gmt":"2025-02-19T22:55:18","slug":"t-a-n-g-g-u-h","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/?p=8273","title":{"rendered":"T.A.N.G.G.U.H"},"content":{"rendered":"<style type=\"text\/css\"><\/style>\n<p>Nats<br>\ud83d\udcd6 Mazmur 144:1-2 (TB2)<br><em>Dari Daud. &#8220;Terpujilah Tuhan, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang; Dialah sekutu yang setia (\u05d7\u05b6\u05e1\u05b6\u05d3 &#8220;Chesed&#8221;) dan kubu pertahananku, kota bentengku, dan penyelamatku, perisaiku dan tempat aku berlindung, yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!<\/em>&#8220;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left\">Daud menaikan puji syukur kepada TUHAN yang telah mengajar tangannya bertempur dan jarinya untuk berperang.<br>Masa pendidikan dari Tuhan, Daud dapatkan ketika ia masih sangat muda, saat dia masih menggembalakan domba ayahnya. Daud mengakui Tuhanlah yang memampukannya menghabisi singa dan beruang yang menyerang dombanya.<br>Tuhan juga menyelamatkan Daud dari musuh-musuhnya.<br>(1 Samuel 17: 34-37)<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti mengajar Daud, Tuhan juga mau mengajar tangan kita untuk bertempur dan jari kita untuk berperang.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap hari kita berhadapan dengan musuh yang tidak kelihatan yang berusaha menjatuhkan kita. Digambarkan ia seperti singa yang berjalan keliling mengaum-aum mencari orang yang dapat ditelannya.<br>(1 Petrus 5:8)<\/p>\n\n\n\n<p>Saat kita menaruh iman percaya kita kepada Tuhan, bukan berarti hidup kita bebas dari masalah. Kadang Tuhan mengijinkan kita bergulat dengan singa-singa yang masuk dalam kehidupan kita. Tuhan sedang melatih iman kita untuk terus mengandalkan- Nya dan Ia tahu batas kekuatan kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap pencobaan yang diizinkan-Nya untuk kita alami bukan untuk menghancurkan kita melainkan untuk memperkuat karakter kita, mempersiapkan kita untuk menjadi pemenang yang tangguh seperti yang Tuhan tetapkan sejak awal penciptaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika kita sedang mengalami proses didikan dari Tuhan, respon kita harus benar.<br>Tetap percaya, tabah menjalani prosesnya, tidak mutung dan tidak curiga sama Tuhan.<br>Tuhan sedang mengajar kita seperti seorang ayah mendidik anaknya.<\/p>\n\n\n\n<p>\ud83d\udcd6 Ibrani 12:7 (ILT3)<br><em>Jika kamu tabah menanggung didikan, Elohim bertindak kepada kamu seperti kepada anak-anak. Sebab siapa yang menjadi anak yang ayahnya tidak mendidiknya?<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Nats kita berkata, <em>&#8220;Dialah sekutu yang setia ( \u05d7\u05b6\u05e1\u05b6\u05d3 &#8220;Chesed&#8221;) dan kubu pertahananku, kota bentengku, dan penyelamatku, perisaiku dan tempat aku berlindung&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>TUHAN adalah sekutu yang setia, yang di pihak kita, tempat aman kita sampai kita bisa mengalaminya dan berkata seperti Daud,<br><em>&#8220;aku tidak takut bahaya sebab Tuhan beserta-ku&#8221;<\/em>&nbsp;<br>(Mazmur 23:4)<\/p>\n\n\n\n<p>Kiranya kita terus belajar sama Tuhan untuk selalu menang atas pergumulan kita dan bertekun untuk menuntaskan setiap panggilan kita.<br>Meskipun dunia makin tidak jelas, makin kompleks, ambigu dan berubah-ubah, iman percaya kita tetap teguh dan tangguh karena TUHAN ada bersama kita, menjadi kubu pertahanan kita, kota benteng kita, penyelamat kita, perisai kita dan tempat berlindung kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Amin \ud83d\ude4f<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nats\ud83d\udcd6 Mazmur 144:1-2 (TB2)Dari Daud. &#8220;Terpujilah Tuhan, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang; Dialah sekutu yang setia (\u05d7\u05b6\u05e1\u05b6\u05d3 &#8220;Chesed&#8221;) dan kubu pertahananku, kota bentengku, dan penyelamatku, perisaiku dan tempat aku berlindung, yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!&#8220; Daud menaikan puji syukur kepada TUHAN yang telah mengajar tangannya bertempur dan jarinya&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8274,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"image","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","footnotes":""},"categories":[72],"tags":[],"class_list":["post-8273","post","type-post","status-publish","format-image","has-post-thumbnail","hentry","category-devotion","post_format-post-format-image"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8273","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8273"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8273\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8275,"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8273\/revisions\/8275"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8274"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8273"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8273"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8273"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}