{"id":8262,"date":"2025-02-19T06:03:15","date_gmt":"2025-02-18T23:03:15","guid":{"rendered":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/?p=8262"},"modified":"2025-02-19T14:21:56","modified_gmt":"2025-02-19T07:21:56","slug":"kristen-ktp","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/?p=8262","title":{"rendered":"Kristen KTP?"},"content":{"rendered":"<style type=\"text\/css\"><\/style>\n<pre class=\"wp-block-verse\">Setelah kematian Stefanus, penganiayaan terjadi di Yerusalem. Seakan-akan didorong oleh hal yang 'tidak enak', orang-orang percaya tersebar di seluruh negeri membuat Injil juga semakin tersebar.\nSeperti Filipus, seorang dari tujuh diaken yang melayani orang miskin. Ia pergi ke Samaria dan memberitakan Injil. Lalu seorang \"malaikat Tuhan\" menampakkan diri kepadanya di Samaria dan mengatakan, \u201cBangunlah dan pergilah ke arah selatan, ke jalan besar yang menurun dari Yerusalem ke Gaza, itu adalah padang gurun!\u201d (Kisah Para Rasul 8:26-ILT).\nDisana ia mendapati sida-sida sedang dalam perjalanan pulang sambil membaca Kitab Yesaya. \nDan Filipus, sambil berlari mendekati, dia mendengar, ia sedang membaca kitab Nabi Yesaya, dan dia berkata, \u201cApakah engkau sungguh-sungguh mengerti apa yang sedang engkau baca?\u201d\n\nDan dia berkata, \u201cBagaimana mungkin, jika tidak ada orang yang mau membimbingku?\u201d Lalu ia meminta Filipus naik, duduk bersamanya._ (Kisah Para Rasul 8:30-31, ILT3)\nFilipus memakai kesempatan ini untuk menceritakan tentang Yeshua, Sang Mesias.\nSida-sida itu menjadi percaya bawa Yeshua HaMasiakh adalah Putera Elohim.\nSetelah mendapati tempat berair, sida-sida itu pun dibaptis.\n\nSeperti sida-sida itu, kita pun telah percaya dan dibaptis dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Kita telah disatukan dengan Mesias kita. Nah, yang menjadi perenungan hari ini, apakah tindakan kita sudah sesuai dengan pertobatan kita?\nKetika disatukan dengan Mesias, tentunya Firman Tuhan adalah instruksi hidup kita.\nBagaimana kita bertindak, apakah sudah sesuai dengan Firman Tuhan?\nSida-sida itu tidak memerlukan apa pun kecuali pembaptisan, karena ia telah menerima pengajaran dari para nabi. \n\nDia tidak kurang pengetahuan akan Tuhan Bapa, maupun perintah-perintah [Torah] yang mengatur kehidupan yang benar.\nDia hanya tidak tahu tentang kedatangan Anak Tuhan, yang dipelajarinya dalam waktu singkat, dan kemudian melanjutkan perjalanannya dengan gembira menjadi pembawa berita kedatangan Kristus di Etiopia. \n\nFilipus tidak mengalami kesulitan besar dalam mendidik orang itu karena ia telah dipersiapkan dalam takut akan Tuhan melalui para Nabi.\n\nSeorang pendeta pernah bercerita kepada saya, 'Ada sebuah keluarga yang selalu datang dua jam lebih awal disetiap perayaan besar Kristen. Ketika ditanya alasannya, kepala keluarga menjawab bahwa pasti akan ada banyak perantau dan kami tidak mau duduk dibelakang mereka.\nTernyata yang dimaksud Bapak ini adalah jemaat yang bertobat hanya di waktu perayaan gereja.'\n\nKita bisa belajar dari sida-sida yang senantiasa belajar Firman Tuhan. Iman tidak berhenti hanya ketika selesai baptisan, harus terus bertumbuh. Jika iman adalah sebuah benih, maka Firman Tuhan adalah air yang memberikan pertumbuhan.\nJangan menjadi Kristen hanya di KTP.\n\nYang sering dikatakan: *Kristen Tanpa Pertobatan*.\nKiranya kita bisa menjadi pengikut HaMasiahk, memiliki hati yang lembut, yang mau dibentuk.\nTuhan Yeshua adalah Firman yang Hidup, tentu akan membawa kita untuk menghidupi Torah.\nAmin\nTuhan Yeshua memberkati<\/pre>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah kematian Stefanus, penganiayaan terjadi di Yerusalem. Seakan-akan didorong oleh hal yang &#8216;tidak enak&#8217;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8264,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"image","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_titles_title":"%%post_title%% %%sep%% %%post_content%%","_seopress_titles_desc":"%%post_title%% %%sep%% %%post_content%%","_seopress_robots_index":"","footnotes":""},"categories":[72],"tags":[],"class_list":["post-8262","post","type-post","status-publish","format-image","has-post-thumbnail","hentry","category-devotion","post_format-post-format-image"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8262","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8262"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8262\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8268,"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8262\/revisions\/8268"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8264"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8262"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8262"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8262"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}