{"id":5326,"date":"2021-10-17T23:59:00","date_gmt":"2021-10-17T16:59:00","guid":{"rendered":"https:\/\/bukitzion.com\/?p=5326"},"modified":"2021-10-20T00:02:45","modified_gmt":"2021-10-19T17:02:45","slug":"berkat-harun-dalam-perspektif-akar-ibrani-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/?p=5326","title":{"rendered":"Berkat Harun dalam Perspektif Akar Ibrani"},"content":{"rendered":"<style type=\"text\/css\"><\/style>\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Setiap akhir ibadah Gembala selalu mengucapkan doa berkat untuk jemaat. Ucapan berkat tersebut diambil dari perintah TUHAN kepada Musa, supaya imam Harun mengucapkannya untuk memberkati bangsa Israel (Bil 6:24-26, ILT)<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Terjemahan Bahasa Indonesia di atas, banyak kita jumpai kata yang abstrak (tidak berbentuk). Padahal, ada makna tersembunyi yang digambarkan di tiap kata Ibrani, yang mungkin hilang ketika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia. Namun, bila kita menggunakan cara pandang akar Ibrani, maka pesan dari ucapan berkat tersebut akan menjadi hidup.<\/p>\n\n\n\n<p>Berkat Harun dalam Bahasa Ibrani:<\/p>\n\n\n\n<p>\u05d9\u05b0\u05d1\u05b8\u05e8\u05b6\u05db\u05b0\u05da\u05b8 \u05d9\u05d4\u05d5\u05d4, \u05d5\u05b0\u05d9\u05b4\u05e9\u05b0\u05c1\u05de\u05b0\u05e8\u05b6\u05da\u05b8<\/p>\n\n\n\n<p>(<em>Yev\u0101r\u0113kh-kh\u0101 YAHWEH veyishmer\u0113kh\u0101 &#8230;<\/em>)<\/p>\n\n\n\n<p>\u05d9\u05b8\u05d0\u05b5\u05e8 \u05d9\u05d4\u05d5\u05d4 \u05e4\u05b8\u05bc\u05e0\u05b8\u05d9\u05d5 \u05d0\u05b5\u05dc\u05b6\u05d9\u05da\u05b8, \u05d5\u05b4\u05d9\u05d7\u05bb\u05e0\u05b6\u05bc\u05da\u05b8\u05bc<\/p>\n\n\n\n<p>(&#8220;<em>Y\u0101\u02be\u0113r YAHWEH p\u0101n\u0101v \u0113lekh\u0101 vi\u1e25unn\u00e9kk\u0101 &#8230;<\/em>)<\/p>\n\n\n\n<p>\u05d9\u05b4\u05e9\u05b8\u05bc\u05c2\u05d0 \u05d9\u05d4\u05d5\u05d4 \u05e4\u05b8\u05bc\u05e0\u05b8\u05d9\u05d5 \u05d0\u05b5\u05dc\u05b6\u05d9\u05da\u05b8, \u05d5\u05b0\u05d9\u05b8\u05e9\u05b5\u05c2\u05dd \u05dc\u05b0\u05da\u05b8 \u05e9\u05b8\u05c1\u05dc\u05d5\u05b9\u05dd<\/p>\n\n\n\n<p>(&#8220;<em>Yiss\u0101 YAHWEH p\u0101n\u0101v \u0113lekh\u0101 viy\u0101s\u0113m lekh\u0101 sh\u0101l\u014dm.<\/em>&#8220;)<\/p>\n\n\n\n<p><br><br><strong>Memberkati <\/strong>\u05d1\u05bc\u05e8\u05da&nbsp;(Barakh, Strong&#8217;s #1288)<\/p>\n\n\n\n<p>Kata memberkati dalam Bahasa Ibrani \u05d1\u05bc\u05e8\u05da&nbsp;(Barakh, Strong&#8217;s #1288), artinya berlutut (kata kerja) (Kejadian 24:11, \u201cDan dia menyuruh unta-untanya <em><u>berlutut<\/u><\/em>\u2026 \u05d1\u05bc\u05e8\u05da~ barakh). Namun, ketika kata tersebut ditulis dalam bentuk <em>piel<\/em>, akan berarti \u201crespect\/rasa hormat,\u201d yang biasanya diterjemahkan sebagai berkat. Namun, karena \u201crasa hormat \/ respect\u201d adalah suatu kata abstrak (tidak berbentuk), kita perlu melihat dari akar kata Ibrani-nya untuk mengetahui makna sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Akar kata yang sama juga dipakai sebagai kata benda&nbsp;\u05d1\u05bc\u05e8\u05da&nbsp;(berekh, Strong&#8217;s #1288) yang berarti \u201clutut\u201d. Kata Ibrani yang berhubungan lainnya adalah&nbsp;\u05d1\u05bc\u05e8\u05db\u05d4&nbsp;(berakhah, Strong&#8217;s #1293), artinya pemberian atau hadiah. Hal itu dapat memberi gambaran pada kita arti dasar di balik bentuk <em>piel<\/em> dari kata kerja <em>barakh<\/em>, yaitu membawa pemberian\/hadiah kepada seseorang dengan berlutut sebagai bentuk hormat\/ penghargaan. Atau, <strong>memberi sesuatu yang berharga kepada seseorang<\/strong>.&nbsp; Elohim sangat menghargai (respect) kita dengan mengadakan dan menyediakan kebutuhan kita. Dan sebaliknya, kita sangat menghargai (respect) kepada Elohim dengan memberi diri kita sebagai hamba-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Seorang Raja yang benar adalah yang melayani rakyatnya. Seorang raja yang merendahkan dirinya dan mengunjungi umatnya dengan lutut yang menekuk.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Memelihara (<\/strong>\u05e9\u05de\u05d9\u05e8&nbsp;shamiyr, Strong&#8217;s #8068)<\/p>\n\n\n\n<p>Bangsa Israel sangat terbiasa dengan kawanan ternak. Mereka memelihara ternak dan tahu cara menggembalakannya. Gembala-gembala tinggal bermalam bersama ternaknya jauh dari tempat perkemahan. Gunanya melindungi ternak dari predator, sehingga para gembala membuat pagar yang terbuat dari semak berduri, sehingga bisa mengawasi ternaknya Kata Ibrani dari \u2018duri\u2019 adalah \u05e9\u05c1\u05de\u05d9\u05e8&nbsp;(shamiyr, Strong&#8217;s #8068) yang berasal dari kata kerja \u05e9\u05c1\u05de\u05e8&nbsp;(shamar, Strong&#8217;s #8104), secara literal berarti menjaga dan melindungi.<\/p>\n\n\n\n<p><br><strong>Wajah-Nya ( <\/strong>\u05e4\u05e0\u05d9\u05dd ~ paniym, Strong&#8217;s #6440)<\/p>\n\n\n\n<p>Bahasa Ibrani \u2018wajah\u2019 adalah \u05e4\u05e0\u05d9\u05dd&nbsp;(paniym, Strong&#8217;s #6440). Namun, sering ditulis dalam bentuk jamak, yang mencerminkan berbagai wajah (expresi) dari individu. Kata ini juga dapat diartikan \u201ckehadiran\u201d atau \u201ckeseluruhan dari keberadaan\u201d dari individu.<\/p>\n\n\n\n<p><br><strong>Menyinari ( <\/strong>\u05d0\u05d5\u05e8&nbsp;or, Strong&#8217;s #215),<\/p>\n\n\n\n<p>Kata \u05d0\u05d5\u05e8&nbsp;(or, Strong&#8217;s #215), sebagai kata benda berarti \u201ccahaya,\u201d sedangkan sebagai kata kerja, berarti \u201cmemberi sinar\u201d atau \u201cbersinar.\u201d Jadi, dalam konteks ini bisa diartikan membawa keteraturan karena ada penerangan dari cahaya.<\/p>\n\n\n\n<p><br><strong>Murah hati ( <\/strong>\u05d7\u05e0\u05df&nbsp;chanan, Strong&#8217;s #2603)<\/p>\n\n\n\n<p>Terjemahan Bahasa Inggris menuliskan \u201cgrace\u201d. Kekristenan umumnya akan menerjemahkan \u201cgrace\u201d sebagai \u201cperkenanan terhadap yang sebenarnya tidak layak\u201d. Kata kerja yang digunakan dalam berkat Harun adalah&nbsp;\u05d7\u05e0\u05df&nbsp;(chanan, Strong&#8217;s #2603). Sering diartikan sebagai penyembuhan, bantuan, diangkat, mendapat perlindungan, kekuatan, dan penyelamatan. Dari perspektif akar Ibrani kata kerja ini, artinya \u201cmenyediakan perlindungan.\u201d Kemana seseorang berlari untuk berlindung? Ke kemah! Yang dalam bahasi Ibrani&nbsp;\u05d7\u05e0\u05d4&nbsp;(chanah, Strong&#8217;s #2583), suatu kata yang berhubungan dengan&nbsp;\u05d7\u05e0\u05df&nbsp;(chanan).<\/p>\n\n\n\n<p><br><strong>Peace ( <\/strong>\u05e9\u05c1\u05dc\u05d5\u05dd&nbsp;shalom, Strong&#8217;s #7965)<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika kita mendengar kata damai, sering dihubungkan dengan ketiadaan perang atau pertikaian. Namun, dalam bahasa Ibrani kata ini&nbsp;\u05e9\u05dc\u05d5\u05dd&nbsp;(shalom, Strong&#8217;s #7965) berasal dari \u05e9\u05dc\u05dd&nbsp;(shalam, Strong&#8217;s #7999) dan selalu digunakan sehubungan dengan \u201crestitusi \/pembayaran ganti rugi\u201d. Kata kerja <em>shalam<\/em> secara literal berarti \u201cdibuat lunas \/lengkap.\u201d Kata <em>shalom<\/em> punya lebih dari sekadar arti literal, yaitu sebagai keadaan yang utuh \/lengkap tanpa ada kekurangan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Karena itu, dengan pemahaman akar Ibrani, kita dapat lebih mengerti maksud dari Firman-Nya. Yang mungkin bisa hilang atau tersamarkan akibat proses terjemahan. Pendekatan melalui akar Ibrani akan membuat kita dapat memahami makna di balik setiap kata Firman TUHAN yang diucapkan, terutama saat kita menerima doa \u201cBerkat Harun.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><strong>drh. Didit Prigastono<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Setiap akhir ibadah Gembala selalu mengucapkan doa berkat untuk jemaat. Ucapan berkat tersebut diambil dari perintah TUHAN kepada Musa, supaya imam Harun mengucapkannya untuk memberkati bangsa Israel (Bil 6:24-26, ILT) &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Terjemahan Bahasa Indonesia di atas, banyak kita jumpai kata yang abstrak (tidak berbentuk). Padahal, ada makna tersembunyi yang digambarkan di tiap kata Ibrani,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5327,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"image","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","footnotes":""},"categories":[85],"tags":[],"class_list":["post-5326","post","type-post","status-publish","format-image","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","post_format-post-format-image"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5326","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5326"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5326\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5328,"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5326\/revisions\/5328"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5327"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5326"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5326"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/v6.bukitzion.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5326"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}